Candi Borobudur merupakan salah satu candi terbesar di Indonesia. Candi Borobudur merupakan salah satu candi Budha yang terletak di Magelang provinsi Jawa tengah. Candi Borobudur dibangun pada masa penganut ajaran Buddha Mahayana tepatnya sekitar tahun 750-800an Masehi.

Candi Borobudur ini masuk dalam tujuh keajaiban dunia, Selain menjadi yang terbesar candi Borobudur juga menjadi candi Budhha tertua di Dunia. Sejak awal ditemukan, Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi paling populer di Magelang, Jawa Tengah. kondisinya tetap terawat, sehingga masih berfungsi sebagai tempat ibadah umat terutama saat Waisak.

Namun hingga saat ini masih belum terkuak, bagaimana proses terbentuknya candi Budha terbesar di dunia ini. Beberapa fakta menarik dan unik yang harus anda ketahui,diantara sebagai berikut:

1. Candi Borobudur Dibangun Antara Abad ke-8

Pembangunan Candi Borobudur diperkirakan antara abad ke-8 dan ke-9, berdasarkan aksara yang tertulis, Dan butuh waktu 75-100 tahun untuk bisa menyelesaikan bangunan ini. Konon ini terjadi pada masa pemerintahan raja Samaratungga. Namun tidak adanya bukti konkrit mengenai alasan utama Candi Borobudur dibangun. Seiring berkembangnya kerajaan Islam di Jawa, Candi Borobudur mulai ditinggalkan pada abad ke-14.

2. Candi Borobudur Terdiri atas 2 Juta Balok Vulkanik

Banyak perdebatan mengenai Borobudur termasuk. Hipotesis (Dugaan) bahwa Candi ini dibangun di atas sebuah danau purba yang mengering. Dugaan semakin kuat saat ada bukti terendamnya bagian dasar candi pada abad ke-13 dan ke-14. meski demikian hingga saat ini pembangunan Candi Borobudur masih menjadi misteri.

Salah satu yang pasti adalah candi Borobudur terdiri dari dua juta balok batu Vulkanik yang terpahat dengan baik. Masing-masing balok saling mengunci sehingga menjadi tetap kokoh sampai sekarang.

3. Candi Borobudur Sempat Ingin Dibongkar Dan Untuk Disimpan Dalam Museum

Ternyata dibalik kemegahan Candi Borobudur terdapat banyak pemburu artefak yang tertarik untuk memilikinya. Arca menjadi bagian yang paling diminati. maka dari itu banyak patung Budha yang ditemukan tanpa kepala.

Pada tahun 1896, pemerintah Hindia-Belanda memberikannya secara sukarela. 5 arca Buddha beserta 30 batu dengan 30 batu relief, 2 patung singa, Arca penjaga, Batu bentuk tangga, dan sebagainya diberikan kepada Raja Thailand, Chulalongkorn. Semua itu bisa kalian lihat di museum Nasional bangkok.

Pada tahun 1882, maraknya pencurian pada masa itu membuat kepala inspektur artepak Budaya yang menyarankan Borobudur dibongkar seluruhnya dan Reliefnya dipindahkan ke museum supaya tidak ada lagi kasus pencurian serupa.

Namun seorang Arkeolog yang ditunjuk pemerintah bernama Groenveldt, mengatakan keputusan tersebut terlalu berlebihan.

4. Candi Borobudur Ditemukan Gubernur Jenderal Inggris

Gubernur Jenderal Inggris di Jawa, Sir Thomas Stamford Raffles, menemukan Candi Borobudur pada 1814. Cerita ini dituliskan pada sebuah buku berjudul The History of Java atau Sejarah Pulau Jawa. Atas perintahnya, H.C Cornelius ditugaskan untuk membersihkan area Candi Borobudur untuk dipelajari. Dan perlahan tapi pasti akhirnya banyak pihak yang ingin menyelamatkan situs Candi Borobudur ini.

5. Candi Borobudur Dipugar Dua Kali

Pada tahun 1885 awal kembalinya Candi Borobudur, Ketua masyarakat arkeologi di Yogyakarta Yzerman, menemukan Candi tersembunyi. Penemuan tersebut membuat pemerintah hindia-belanda menjaga kelestarian candi.

Ada 3 orang ahli yang ditunjuk untuk meneliti Candi Borobudur. Sejarawan Seni Brandes. Insinyur sekaligus anggota tentara Belanda Theodoor Van Erp, dan Van de Kamer. keterbatasan anggaran membuat pemugaran tidak berjalan sesuai rencana.

Pemugaran hanya memusatkan perhatian pada merawat patung dan batu. Sebelumnya ada usaha untuk memperbaiki tata letak batu, dan drainase. Dan rekonstruksi chattra juga sempat dilakukan namun hanya menggunakan sedikit batu asli.

Ini berdampak chattra tidak dapat dipertanggungjawabkan keasliannya, sehingga Van Erl membongkarnya. Bagian tidak sempurna tersebut disimpan di museum Karmawibhangga Borobudur.

Akhirnya demi menyelamatkan Candi Borobudur pemerintah Indonesia mengajukan pemugaran kepada masyarakat internasional. Usaha membuahkan hasil, sehingga UNESCO bergerak untuk membantu memulihkan Borobudur.

Pemugaran Candi Borobudur diresmikan pada tahun 1973 oleh Presiden RI ke-2 Bapak Soeharto. Pemugaran menghabiskan dana US$6,9 juta tersebut selesai pada tahun 1984. Alhasil, UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai salah satu situs warisan dunia pada tahun 1991.

6. Relief di Candi Borobudur Bercerita Kisah Kehidupan Buddha

Total sekitar 2.672 pahatan relief yang tersebar di Candi berukuran 123×123 meter. Sebanyak 1.4 60 diantaranya bercerita tentang kisah Buddha, sisanya hanya sekedar relief dekoratif.
Salah satu kisah yang diceritakan pada relief Jataka dan Awadana mengenai kelahiran Buddha.

Selain itu, terdapat 504 arca Buddha yang terletak dalam 432 relung dan 72 stupa berlubang. Ada pula 100 talang berbentuk patung ikan berkepala gajah sebagai saluran air.

7. Artefak Candi Borobudur Tersebar di beberapa Musim Seluruh Dunia

Artefak arkeologi Borobudur telah tersebar akibat pencurian. di Indonesia, ada 2 museum untuk melihat koleksi aslinya, yaitu yang pertama Museum Karma wibhangga dalam komplek Borobudur dan Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Museum internasional yang menyimpan koleksi Borobudur aslinya berada di Tropen Museum, Amsterdam.
British Museum, London. Dan Museum Nasional Bangkok,Thailand. Namun ada pula museum yang menyimpan koleksi replikanya diantaranya musim louvre di Paris, museum Negara Malaysia di Kuala lumpur. Dan Museum Agama Dunia di Taipei.

8. Borobudur Menjadi Wisata Ziarah Bagi Umat Buddha

Telah terjadi pemekaran tersebut Borobudur mulai dijadikan wisata religi bagi umat Buddha. Hingga Saat ini, Candi ini juga dijadikan pusat perayaan Waisak di Indonesia yang menarik perhatian wisatawan domestik hingga internasional.

9. Candi Borobudur Sempat Rusak Akibat Bom dan Bencana Alam

Stupa rusak parah akibat bom yang terjadi pada 21 Januari 1985. Serangan tersebut dikepalai seorang muslim beraliran ekstrim, Husein Ali al-habsyie. Dan akhirnya diberi hukuman penjara seumur hidup.

Bencana alam berupa Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter di Jawa Tengah tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa dan kerusakan ringan di Borobudur.

10. Kerusakan Akibat Alam Letusan Gunung Merapi

Bencana alam Letusan Gunung Merapi pada Oktober dan November 2010 membuat kerusakan terparah pada Candi Borobudur. Debu vulkanik yang menutupi kompleks Candi dengan ketebalan 2,5 cm. dampaknya semua kawasan wisata ditutup 5-9 November 2010 untuk dilakukan pembersihan.

Dan UNESCO kembali membantu upaya rehabilitasi dengan menyumbangkan dana sebesar US$3 juta. Proses rehabilitasi memakan waktu sekitar 6 bulan. mereka melakukan penghijauan ulang, memperbaiki sistem mata air, serta menghidupkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi.

Itulah 10 fakta menarik tentang Candi Borobudur yang belum kita ketahui, Semoga artikel ini membantu kalian agar mengetahui fakta apa saja di balik megahnya Candi Borobudur ini.