Sebagian besar dari tubuh manusia memang terdiri dari air atau cairan, sehingga ada kewajiban untuk minum, bahkan ada batas normal berapa jumlah air yang harus dikonsumsi oleh tubuh setiap harinya, jika kurang maka akan menyebabkan dehidrasi, namun jika berlebihan juga kurang baik bagi tubuh. Bisa memicu hasrat buang air kecil (TC) secara terus menerus.

Buang air kecil atau kencing ini pada dasarnya memang menjadi hal yang wajib untuk dilakukan setiap makhluk hidup, dengan tujuan tubuh tidak keracunan, karena semua zat sisa dibuang dari dalam tubuh.

Normalnya intensitas buang air kecil adalah antara 4 hingga 7 kali dalam sehari, jika kurang bisa jadi tubuh dehidrasi, begitu juga jika seandainya berlebihan maka bisa jadi ada resiko penyakit yang menyerang tubuh.

Bahkan memang ada beberapa jenis makanan atau minuman yang sering kali menjadi pemicu kebiasaan buang air kecil (TC) ini secara terus menerus, misalnya adalah minuman atau minuman diuretik yang memang bisa memicu tubuh untuk terus kencing, layaknya kafein, kemudian makanan pedas, alkohol dan sejenisnya.

Buang air kecil juga bisa dikatakan berbahaya jika muncul beberapa gejala berikut ini, diantaranya adalah:

1. Urine yang keluar disertai dengan darah,

umumnya kondisi tersebut merupakan gejala kerusakan organ tubuh yaitu ginjal, karena pada dasarnya urine adalah hasil sisa dari penyaringan darah, sehingga jika masih ada sisa-sisa darah pada urine yang dikeluarkan oleh tubuh, maka mengindikasikan bahwa ada bagian dari ginjal yang mengalami kerusakan.

2. Ada rasa kurang nyaman atau sakit ketika buang air kecil,

nyeri semacam ini bisa terjadi pada pria ataupun wanita yang menjadi gejala masalah pada saluran kemih.

3. Inkontinensia urine,

yaitu sebuah kondisi dimana seseorang mengalami kehilangan kontrol ketika buang air, artinya bagian kandung kemihnya memang tidak dapat mengontrol kapan waktu yang tepat mengeluarkan urine, pada beberapa kalangan hal ini menyebabkan mereka sering kali buang air di celana atau mengompol.

4. Meningkatkan rasa haus,

pada penderita diabetes melitus memang menyebabkannya buang air terus menerus, namun hal tersebut disertai dengan adanya rasa lapar dan juga haus.

5. Demam tinggi,

buang air kecil berlebihan hingga disertai dengan demam atau peningkatan suhu badan, maka patut untuk diwaspadai, karena bisa jadi ada organ tubuh yang bermasalah, salah satu diantaranya adalah kerusakan ginjal.

6. Sakit pada bagian punggung bawah atau samping, tempat dimana ginjal berada.

Buang air kecil (TC) yang normal memiliki frekuensi tepat, tidak disertai dengan rasa sakit, juga jika dicek komposisi yang ada di dalam urine ini benar-benar zat yang seharusnya dibuang dari dalam tubuh.