Pastinya tak ada manusia yang ingin merasakan sakit karena dapat mengganggu aktifitas sehari-hari. Namun lama semakin banyak juga jenis penyakit yang ada di masyarakat baik bersifat akut maupun kronis. Dari banyaknya penyakit yang ada, sakit perut menjadi salah satu gejala paling banyak ditemui untuk berbagai jenis penyakit.

Jika Anda merasakan gejala sakit perut, maka banyak sekali indikasi penyakit yang bisa saja diderita. Dari mulai sakit maag, keracunan makanan hingga gejala sakit usus buntu dapat menyebabkan rasa nyeri pada perut. Dari berbagai jenis penyakit dengan gejala sakit perut tersebut, penyakit usus buntu menjadi salah satu yang tak disangka-sangka namun bisa berakibat fatal jika tak segera ditangani.

Pada manusia, sebenarnya usus buntu merupakan organ dalam yang normal atau wajar berada di dalam perut. Usus buntu berhubungan dengan usus besar yang menjadi tempat untuk menyerap air dari kotoran sehingga lebih mampet.

Usus buntu ini masih belum diketahui fungsinya atau bisa dikatakan tak terlalu memiliki fungsi yang signifikan. Meski begitu, usus buntu ini bisa terkena penyakit sehingga meradang atau infeksi yang menyebabkan rasa sakit luar biasa.

Pada awalnya gejala infeksi usus buntu akan ditandai dengan rasa sakit di bagian perut tengah, kemudian turun kebawah dan bisa menghilang sendiri untuk sementara waktu. Kemudian rasa sakit tersebut datang lagi hingga frekuensinya lebih sering dan lebih sakit dari sebelumnya. Jika dibiarkan, rasa sakit akibat usus buntu bisa menyebabkan penderita shock atau pingsan.

Infeksi usus buntu jika dibiarkan lama-lama akan berakibat fatal karena usus bisa pecah dan mengalami pendarahan dalam. Penderita akan langsung kolaps karena rasa sakit yang luar biasa. Jika kondisi sudah parah seperti ini maka perlu dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat usus buntu yang pecah tersebut agar tak menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Meski belum parahpun, jika Anda sudah terindikasi gejala usus buntu dan dibuktikan dengan USG, sebaiknya segera dilakukan tindakan operasi sebelum mengalami pecah usus.

Tindakan operasi sendiri sudah sering dilakukan oleh dokter bedah dan memiliki tingkat kesuksesan yang besar. Namun hal ini tak menutup kemungkinan adanya komplikasi pasca operasi apalagi bagi penderita yang sudah mengalami pecah usus sebelum dioperasi.

Pasien pasca operasi usus buntu perlu istirahat total di tempat tidur selama 1 minggu penuh. Aktifitas mulai dapat dilakukan di minggu kedua, namun untuk aktifitas berat, sangat disarankan untuk dihilangkan hingga bulan ke 2 setelah operasi.

Bahaya usus buntu tersebut dan rasa sakit yang akan dirasakan penderita, pastinya membuat siapa saja tak ingin mengalaminya. Hingga saat ini belum dipastikan apa saja penyebab penyakit usus buntu ini, namun ada beberapa point yang disetujui oleh pakar kesehatan sebagai hal yang perlu dihindari agar tak mengalami penyakit usus buntu, yaitu:

● Sembelit, sehingga menyebabkan tinja berada menutupi usus buntu.
● Membesarnya kelenjar getah bening yang berada di luar usus biasanya akibat infeksi saluran nafas atas.

Untuk menghindari penyakit usus buntu ini, maka sebisa mungkin harus menjaga kesehatan pencernaan dengan makan makanan seimbang dan penuh serat untuk menghindari sembelit. Selain itu, waspadai setiap gejala penyakit yang ada terutama dengan rasa sakit di bagian perut.

Jangan takut untuk segera dioperasi jika memang Anda sudah diidentifikasi memiliki infeksi pada usus buntu untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih serius.