Milenial adalah orang dewasa muda yang lahir setelah tahun 1981 dan dianggap sebagai “pemimpin masa depan” masyarakat. Mereka memiliki tujuan karier yang ambisius, sehat secara teknologi, memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan siap untuk menggantikan Generasi Baby Boom yang “segera pensiun”.

Tidak seperti pendahulunya, generasi milenial mencari lebih dari sekedar pekerjaan. Mereka mencari peran yang menarik dan karier yang maju. Inilah sebabnya mengapa organisasi perlu mendefinisikan kembali gaya manajemen, budaya perusahaan, dan mengubah ekspektasi agar lebih menarik bagi para pemimpin tempat kerja mereka – kaum milenial.

“Milenial ingin bekerja untuk organisasi yang memprioritaskan tujuan serta keuntungan. Sesederhana itu.” – Punit Renjen, CEO Global, Deloitte

Pada umumnya berikut yang diharapkan kaum milenial dari karier dan tempat kerja mereka:

~ Fleksibilitas

Milenial mengharapkan kebebasan, tanggung jawab, dan fleksibilitas di awal karier mereka. Mereka suka mengadopsi pendekatan individual mereka sendiri dan membuat tanda mereka. Mengizinkan individu untuk menerapkan kreativitas di tempat kerja atau mengadopsi pakaian yang tidak terlalu formal di tempat kerja – adalah beberapa pendekatan sederhana – yang akan membuat milenial merasa dipercaya dan nyaman dalam organisasi.

Memberikan instruksi yang jelas dan ringkas, tujuan yang dapat dicapai dan tenggat waktu yang jelas di samping pendekatan ini akan memungkinkan mereka untuk mengembangkan individualitas mereka dan memelihara kualitas kepemimpinan mereka.

~ Menggunakan Teknologi

Generasi milenial terkenal karena penggunaan teknologi dan kemampuan beradaptasi mereka terhadap perubahan teknologi baru dan yang akan datang. Dengan sebagian besar milenial lebih memilih email daripada percakapan tatap muka dengan atasan mereka dan kebanyakan dari mereka percaya bahwa akses ke teknologi membuat mereka lebih efektif di tempat kerja, tidak mengherankan jika mengadaptasi kemajuan teknologi terkini dalam organisasi akan memungkinkan milenial menjadi lebih produktif dan responsif.

Generasi millennial merespons dengan lebih baik alat pembelajaran online interaktif, alat pengujian online, dan video pelatihan daripada ceramah dan konferensi. Menggunakan teknologi berarti lebih mudah diakses, yang disukai oleh kaum milenial dengan sempurna.

~ Lingkungan Kerja yang Nyaman

Lingkungan kerja yang baik bergantung pada energi tempat kerja daripada ruang kantor yang sangat cantik. Milenial mengharapkan energi rekan kerja tinggi dan mengundang daripada duduk di bilik tertutup. Mereka merasa lebih nyaman dalam lingkungan energik tinggi, pemimpin yang memotivasi dan mendorong dan tempat kerja yang terbuka / berventilasi baik.

Milenial percaya bahwa memiliki tempat kerja yang terbuka menghilangkan hambatan – secara kiasan dan harfiah – memungkinkan mereka untuk terlibat dengan rekan kerja lain dalam hal pekerjaan, pengetahuan, berbagi informasi, dan menciptakan lingkungan yang menyenangkan! Generasi milenial berharap atasan mereka lebih dari sekadar pemimpin daripada sekadar manajer.

Memiliki seseorang yang akan memberikan umpan balik yang konstruktif, mendiskusikan tujuan dan menawarkan saran untuk perbaikan memberikan pengembangan yang lebih terstruktur dalam hal karir dan pertumbuhan diri.

~ Keseimbangan Kehidupan Kerja 

Pekerja muda mengharapkan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik. Teramati bahwa kaum milenial siap untuk mengambil pekerjaan dengan gaji lebih rendah yang memberikan keseimbangan dan stabilitas yang lebih baik.

Milenial tidak hanya mencari organisasi yang memberikan keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik, tetapi juga program kesehatan mental dan fisik. Perusahaan mungkin harus memprioritaskan kesehatan mental karyawan, karena penelitian menunjukkan karyawan milenial lebih banyak menderita depresi daripada generasi lainnya.

Kesimpulannya, generasi millennial memiliki keinginan  yang berbeda dalam hal pekerjaan dan karir jika dibandingkan dengan para pendahulunya. Tidak jarang para pekerja muda ini memiliki 4-5 pekerjaan dalam 6-10 tahun pertama karir mereka. Menempatkan penekanan yang lebih tinggi pada pengembangan keterampilan dan kemajuan karier, kaum milenial mencari pekerjaan yang memberikan pertumbuhan di bidang-bidang ini.

Mereka ingin perusahaan menginspirasi, mendukung, dan berinvestasi dalam potensi mereka. Dengan mendorong pengembangan karir dan kepuasan tempat kerja mereka, pekerjaan akan menjadi lebih dari sekedar pekerjaan.