Hidup ini tidak adil, dan terkadang bergantung pada kita, orang tua untuk membesarkan seorang anak yang akan dapat menghargai hal-hal kecil dan besar yang ditawarkan kehidupan. Kebanyakan orang tua berusaha mendidik anaknya untuk mensyukuri hal kecil dan besar dalam hidup mereka. Rasa syukur yang sejati dapat ditanamkan melalui prinsip-prinsip kecil.

Syukur adalah memiliki penghargaan atas segala sesuatu yang telah diberkati kepada Anda dan mengakui bahwa hadiah kecil ini adalah berkah, bagaimanapun juga. Menurut penelitian, ketika rasa syukur ditanamkan pada usia awal kehidupan anak-anak kita, itu mengarah pada kehidupan yang lebih bahagia. Kebahagiaan ini terlihat di sekolah, di rumah, dan dalam hubungan yang mereka bangun dengan orang yang mereka cintai, serta teman-teman mereka.

Berikut dibawah ini cara sederhana yang biasa di ajarkan kepada anak agar selalu bersyukur dalam kehidupan.

Ajarkan dengan Tindakan

Salah satu cara paling sederhana untuk mengajari anak Anda bersyukur adalah dengan melatih diri Anda sendiri konsep yang sama. Anak-anak, sejak usia dini, cenderung membentuk perilaku mereka berdasarkan cara mereka memandang orang dewasa berperilaku. Oleh karena itu di sini berarti orang tua, kerabat, guru, dan orang dewasa lainnya yang sering berinteraksi dengan anak Anda.

Cara sederhana untuk mencapai hal ini adalah dengan memperkenalkan rutinitas keluarga di mana setiap orang duduk setiap hari dan mengatakan apa yang mereka syukuri, tidak peduli seberapa kecilnya. Hal ini pada akhirnya akan menggerakkan roda dan mudah-mudahan, menunjukkan kepada anak-anak Anda bahwa ada banyak hal di dunia ini yang harus selalu dihargai.

Sebarkan Cinta

Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengajari anak-anak Anda tentang cinta selain dengan memperhatikan orang-orang di sekitar Anda. Bersikap murah hati dengan sedikit yang Anda miliki memungkinkan anak Anda untuk mulai mempertimbangkan perasaan orang lain, dan bukan hanya perasaan mereka sendiri. Dorong anak Anda untuk berbagi dengan mereka yang kurang beruntung atau teman-teman mereka.

Daripada selalu mempertimbangkan apa yang mereka inginkan untuk Natal, mengapa tidak mendorong mereka untuk memikirkan hadiah lain yang ingin mereka berikan kepada orang yang mereka cintai?

Kita semua ingin memberi anak-anak kita semua yang mereka inginkan, tetapi terkadang membeli segalanya untuk mereka dapat menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan. Anda perlu mengajari mereka untuk menghargai apa yang mereka terima tanpa berharap lebih.

Jika anak Anda akhirnya memiliki mainan sebanyak yang mereka suka, mereka tidak akan menghargai barang miliknya. Mereka akan selalu menginginkan sesuatu yang lebih bersinar dan lebih baru karena mereka dibesarkan dengan gagasan bahwa yang perlu mereka lakukan hanyalah titik dan itu milik mereka.

Biarkan Mereka Bekerja untuk Itu

Anda membutuhkan kerabat Anda untuk memahami bahwa hal-hal tidak muncul begitu saja secara ajaib ketika mereka menginginkannya. Cara terbaik untuk menanamkan ini adalah dengan membiarkan mereka mendapatkan hadiahnya. Mulailah membagikan tugas-tugas sederhana untuk uang saku mereka.

Ajari mereka untuk menabung untuk apa yang mereka inginkan dan hanya dengan begitu mereka dapat membelinya – ini akan mendidik mereka tentang uang dan nilainya. Itu juga akan memungkinkan mereka untuk merawat harta benda mereka dan menghargai apa yang mereka miliki. Pelajaran ini juga akan memungkinkan mereka untuk mendapatkan perspektif yang realistis tentang apa yang dilakukan orang tua mereka.

Mendorong Catatan “Terima Kasih”

Mengirim catatan ‘terima kasih’ tulisan tangan adalah profesi yang sekarat dan menurut kami anak-anak harus didorong untuk berpartisipasi. Ketika anak Anda menerima hadiah, orang tua harus membantu mereka mengirimkan catatan terima kasih kepada setiap orang yang membelikan mereka sebuah menyajikan.

Ini tidak hanya harus dilakukan jika melibatkan hadiah. Dorong mereka untuk berterima kasih kepada guru mereka, dokter anak mereka, anggota keluarga, dll. – Ada banyak kesempatan bagi anak Anda untuk mengenali sikap yang baik dan berterima kasih karenanya. Jika mereka mulai muda, kebiasaan ini akan menjadi bagian dari mereka saat mereka beranjak dewasa.

Terkadang sifat manusia untuk melihat dunia dalam perspektif negatif. Banyak dari kita mengeluh dan putus asa tentang hal-hal kecil (ini sangat normal), tetapi akan sangat membantu jika, sebagai orang tua, Anda mungkin dapat mencoba dan selalu menemukan lapisan perak. Ajari anak Anda untuk menemukan sesuatu yang positif dalam setiap keadaan.

Itulah cara mengajarkan anak kita agar selalu bersyukur dalam kehidupan, semoga ulasan diatas dapat bermanfaat serta bisa menambah wawasan bagi para orang tua untuk mengedukasi anak agar bisa selalu bersyukur.